Adek Kecil Juga Mau Bahagia... *Berdamai dengan virus HIV*

Adik kecil ini sungguh tak sabar ingin melihat dunia
Tak sabar keluar dari perut bundanya
Tak sabar untuk bertemu dengan ayah bundanya
Tak sabar melihat wajah orang yang setiap saat dia dengarkan suara dan detak jantungnya.
Tak sabar untuk hidup seperti anak-anak lain dengan ceria..

Tak tahu dia kalau dalam darah bundanya mengandung virus HIV yang setiap saat bisa saja masuk mengalir ke dalam darahnya juga...
Tak tahu dia kalau ayahnya begitu cemas bukan saja karena menanti kelahirannya, tapi juga cemas berharap virus itu tak ikut masuk ke tubuh bayi mungilnya...
Tak tahu dia kalau bundanya terisak dalam hening merapalkan doa-doa memohon agar bayi mungilnya tidak harus hidup seperti dirinya, berjuang dan berlomba melawan virus HIV dalam darahnya seumur hidupnya...
Tak tahu dia kalau semua orang di ruang operasi ini begitu cemas bukan hanya karena kelahirannya, tapi begitu cemas tetang kemungkinan cipratan darah dari sayatan perut bundanya saat berjuang mengeluarkannya...
Tak tahu dia kalau air susu yang dirindukannya diisap dari puting susu bundanya hanya tinggal harapan, karena bundanya memutuskan untuk tidak menyusuinya untuk menjaga keselamatannya..

Tetapi dia tahu semua orang di ruangan ini mengharapkan tangisan kencangnya saat keluar dari perut bunda
Tetapi dia tahu ayah bundanya akan tetap menyayangi dan menjaganya dengan taruhan jiwa mereka.

Dan saya... yang kesekian kalinya menjadi perpanjangan tangan Allah menyambut bayi mungil dari ibu dengan HIV melalui operasi caesar...
Dan saya..  tetap dengan debaran-debaran jantung yang sama saat lumuran darah yang mungkin mengandung virus didalamnya melumuri tangan saya yang hanya dibatasi dua lapis sarung tangan saat harus menerima adek kecil ini dari tangan dokter...
Dan saya... ternyata harus jatuh hati mendengar gelegar tangisan kencangnya..
Dan saya.. entah mengapa gelisah ini menguap begitu saja, melihatnya menggeliat-geliat dan menangis kencang menunjukkan eksistensinya sebagai manusia utuh..

Bayi lucu ini tak pernah minta dilahirkan dari ibu yang mengandung virus...
Bayi lucu ini berhak hidup sejahtera...
Bayi lucu ini berhak diperjuangkan kesehatannya...

Tenang de,, nanti kita mandi bersih bersih,, setelah itu minum obat,,  dan semua orang tak boleh takut lagi saat akan menyentuh dan menggendongmu..
Karena kau berhak untuk disayangi ...



*Seringkali bayi-bayi seperti ini terlupakan.. padahal jumlah mereka sungguh banyak dan hanya sedikit saja yang akhirnya tertular dari ibunya ..
 dan mereka tetap berhak bahagia... 


                                        

Komentar

Postingan Populer