OUR COVID JOURNEY

Pandemi Covid-19 2020, siapa sangka kami sekeluarga menjadi bagian grafik dari kasus  terkonfirmasi. Allah maha baik telah mentakdirkan ini untuk kami, pasti banyak kebaikan didalamnya. Maka saya mah  yakiin Allah mempunyai rencana baik yang sangat detail sampai mengirimkan makhluk  berukuran mikro ini ke tubuh kami sekeluarga

Sempat  denial sih di awal, kenapaa kita yang tenaga kesehatan berjibaku di Rumah sakit sampe si virus mampir begini di tubuh kami, sementara masyarakat sekitar santai-santai bisa piknik tanpa proteksi.. huhuu.. Boleh kesel kaan..? Tapi karena semuanya tetap harus dihadapi jadi ya sudahlah yaa, kita berjuang sajaa. Allah pasti punya rencana indah.

17 oktober 2020

Hari wisudanya Bunda setelah studi spesialis keperawatan di Kampus UI melalui online. Gak riweuh juga siih, menghadiri seremonial dengan toga via online demi mempertontonkan pada anak-anak puncak pencapaian studi ini. Sempat terharu biru dipagi harinya, dipeluk si Ayah yang meminta maaf tak bisa menyediakan momen khusus karena hari itu beliau harus masuk RS untuk operasi karena infeksi di area tubuhnya.. its okay to not be okay cenah maah..

Pak suami berangkat duluan ke RS untuk proses ini itu operasinya, Laaah, kok bisaa si Ayah jalan sendiriii..  mau operasi looh, hehe... tenaang bapak ibuu, karena kami Nakes di RS, maka prosedur-prosedur seperti ini sudah bisa dijalani dengan lebih santai. Daan si ayah yang keukeuh minta Bunda seminimal mungkin kontak di RS, mencegah si covid ketelen katanya..

Jam 10.30 berhenti nonton wisudaan, karena Ayah mengabari operasinya segera dikerjakan jam 12.00 nanti. Meluncurlah Emak dengan taxi, sambil dengan berat hati meminta tolong Mama saya untuk menemani anak2 sementara kami di RS. Mama datang ke rumah tepat saat saya berangkat ke RS, sempatlah kami berpapasan di luar pagar rumah, dan pastinya saya salaman mencium tangannya meminta doa.

Menanti Ayah di r.operasi

Post operasi kami ditempatkan di ruang transisi isolasi karena aturan RS yang mewajibkan semua pasien yang belum terbukti negatif tidak boleh masuk ruang rawat biasa dulu. 

Pemandangannya gunung dan petugas ber-hazmat Maak, sungguh kombinasi unik

18 Oktober malam

Kita pun dikabari hasil Ayah ternyata positif covid dari hasil Swab sebelum operasi sebagai bagian dari prosedur sebelum operasi. Jeng jeeeng, jet leg heulaaa sejenak... istighfar.. lalu lanjutkan lagi hiduup, lah kami  emang masih hidup kan yaa.. Karena Bunda sudah didalam ruang isolasi menemani ayah, sementara status saya belum jelas positif atau negatif, jadilah melewati malam itu agak2 gimanee gitu 😇

19 Oktober

Saya  dan anak-anak dilakukan swab juga. Melihat respon anak-anak pagi itu saat bertemu di tempat yang sama untuk swab, saya sedikit tenang. Karena Kaka santai sekali masuk ruang pemeriksaan, Ade pun cengar cengir gemes, pura-pura santai bilang gak sakit waktu di swab hanya karena dia melihat didepannya ada anak2 kecil yang tampak cemas ikut antrian akan di swab juga.. lima jempool buat Adeee,,

20 Oktober pagi hari..

Keluarlah hasil kami bertiga.. Qodarullah positif tubuh kami mengandung kopid semua.. Okeeii, 5 menit terdiam bingung hendak melakukan apa. Laluu ya sudahlaah tak kepikiran lagi buat menangis atau apa. Hanya langsung sedikit panik dengan Mama saya yang berusia 64 tahun ada dirumah bersama anak2. Makaa, telpon adik saya meminta tolong membawa Mama ke RS untuk di swab juga dengan serangkaian pesan-pesan proteksi untuk mereka. Kami hanya terpikir mama harus segera keluar dari rumah.

Mo bilang makasih banyaaak dunia akhirat buat Tante Elin yang gak banyak pikir, gerak cepat memutuskan membawa mama dengan Taxi online. Padahal Rafa dan Refa anak tante Elin masih balita, klo orang lain mungkin berpikir ratusan kali buat memutuskan bertemu orang yang sudah kontak erat bahkan mungkin sudah positif covid.. Daan Alhamdulillah Allah maha Agung, Mama negatif...!

Selanjutnya semua berjalan begitu saja.. kami isolasi mandiri di rumah dengan syarat tetap terpisah kamar.  Saat kami pulang dari RS untuk isolasi mandiri, yang saya pikirkan sebagai Ibu cuma satu, bagaimana memenuhi kebutuhan sehari2 kami selama isolasi bersama.. Mencoba menepis semua pikiran negatif, pasrah pada Allah sang pemberi rezeki.

What to do??

Apa saja yang kami lakukan dimasa seperti ini, dimana masyarakat masih abai, tidak percaya dengan virus ini, tetapi saat ada yang positif seringkali malah mengucilkan bahkan memblokir jalan.

  • Menentukan dengan seksama, siapa pihak yang tepat untuk diceritakan kondisi ini. Pertama tentu keluarga terdekat, pak RT dan RW secara personal diberitahu karena akan terkait dengan proses pelaporan dll. Selebihnya teman2 dekat yang saya percaya akan mampu menerima kondisi kami. Kami putuskan untuk menutup ini dari masyarakat sekitar rumah.  Mengapa ini perlu dipikirkan sekali? Proses melawan virus sangat dipengaruhi stress dan imunitas tubuh. Kami sangat ingin menjaga stabilitas mental kami. Tetangga-tetangga kami adalah orang-orang baik hati, sangat kompak jika ada warga tertimpa musibah. Tapi dalam kasus ini saya benar2 ciut, kami tak bisa jamin tidak ada pihak yg memprovokasi masyarakat untuk melakukan hal lain yang bersifat mengucilkan

STIGMA... ternyata pembunuh mental nomor satu dalam kasus ini.


  • Menentukan kepada siapa kami akan meminta pertolongan untuk kebutuhan sehari2.. Sungguh di posisi harus meminta tolong adalah berat, Saya memastikan pihak yang kami mintakan tolong walau hanya sekedar membelikan sayur adalah orang yang memang tak sungkan dan paham bagimana cara berinteraksi dengan pasien positif. Qodarullah sejak hari pertama sudah banyaak yang teman2 kami lakukan. Dari mulai menjemput anak2 dirumah dgn protokol untuk di swab di RS sampai yang membuat terharu adalah saat kami sampai rumah sepulang dr RS, sudah teronggok tumpukan sembako, entah dari mana saja .. huhuuu.. Masyaa Allah, Sebegitu mudahnya Allah menggerakkan hati teman-teman semua..  

Bergejala gak Maak?
Tidak, kami tidak bergejala berat. Pak suami sempat demam diare di awal, tetapi tidak bisa dipastikan dari virus atau proses operasi. Saya sendiri memang penderita asma, beberapa hari sebelum terbukti positif sampai 2 minggu berikutnya setiap malam kambuh dengan gejala sesak yang lebih berat dari biasanya. Namun masih teratasi dengan inhaler. Keluhan lainnya demam dan pilek ringan yang hilang timbul. Kaka batuk-batuk ringan tidak sampai mengganggu aktivitas. Ade mah amaan, tetap sehat ceria.. lain-lain amaan, Kami abaikan semua keluhan.. daripada kudu masuk ruang isolasi lagi.. huhuu cukup sekalii..

Hari-hari selanjutnya dilalui dengan perjuangan saling mengisolasi diri didalam rumah sepetak ini,  beberapa teman secara rutin menanyakan apa kebutuhan kami saat itu. Bahkan setiap hari selaluu ada saja silih berganti kiriman logistik. Sering merasa lagi ngabodor ceuk orang sunda mah, jam 5 subuh udah ada ketukan di pintu, artinya teman Bunda tersayang sudah menyimpan sayuran lengkap dengan bumbu di teras, atau siangnya dikirimi makanan kering disimpan di saung belakang rumah.


Masyaa Allah,, sampai-sampai saya ganti doa saya pada Allah, meminta kecukupan logistik yang tidak berlebihan..

Upaya proteksi...
Selama hidup berempat dalam satu rumah dengan ukuran rumah yang mungil, kami buat aturan:
  • Masker digunakan 24 jam, hanya dibuka saat mandi. Masker bekas harus langsung di’kucek’ dengan sabun dan dibuang ke tempat sampah khusus masker. Keluar kamar mandi sudah menggunakan masker baru.
  • Setiap orang punya area aktivitas sehari-hari yang ga boleh dimasuki yang lain. Misalnya Bunda lebih sering duduk di meja tengah, setelah makan disitu wajib menyemprot area meja dengan spray alkohol. Ayah, kaka ade gak boleh makan disitu.
  • Setiap ada yang sedang makan dan buka masker, maka yang lain tidak boleh buka masker.
  • Makan bergizi semampu yang saya mampu sajikan. Telur rebus minimal 1-2 butir per hari. Maka mamak tetep riweuh masak dan bebikinan cemilan buat 3 bayi di rumah.
  • Setiap hari menyemprot semua permukaan yang banyak disentuh.

 

Laluu, apa proses yang dijalani setelah terbukti positif atau bergejala?
  • Setelah terbukti positif, Rumah Sakit akan melaporkan pada dinas kesehatan setempat, dilanjutkan pelaporan ke puskesmas. Pihak puskesmas akan menghubungi kita untuk penelusuran siapa saja yang kontak dekat dan harus dilakukan swab.
  • Pihak puskesmas biasanya memantau kondisi lewat telepon, memastikan kecukupan vitamin dan obat-obatan yang diperlukan.
  • Pihak RS akan menilai kondisi kita, apakah butuh dirawat atau cukup isolasi mandiri.
  • Jangan lupa lapor aparat setempat  sebelum mengisolasi diri, bagaimanapun kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya selama tubuh ini bervirus.

30 Oktober
10 hari kemudian, dapat jadwal swab ulang.. huwoooww, senengnyaa bisa keluar rumah lagii. Bermobil  ke RS dengan jendela dibukaa, berasa naek angkot daah. Segeerr beneerr...😍😋
Swab di area terbuka..

  

Hasilnya Alhamdulillah kami negatif semua..


Allah sungguh Maha Indah dengan semua takdirnya. Terlalu banyak hikmah yang didapat. Dan Takdir ini mengandung  banyak kebaikan didalamnya. Yang pasti kami diTEGUR KERAS oleh Allah, disadarkan bahwa walaupun Babang gofood dan gosend bisa mudah mengantarkan kebutuhan kami dengan bayaran uang, Ternyata justru hubungan persaudaraan dan pertemananlah yang akhirnya mencukupi kebutuhan lahir batin kami yang bahkan kami saja tak pernah sedikitpun melakukan kebaikan itu pada mereka. Maluu, sungguh maluu.. semoga kami bisa sedikit2 membalas semua kebaikan, selebihnya tentu Allah yang akan bayar tunai untuk kalian semuaa..

Terima kasih untuk doa, perhatian, kiriman logistik, saran ibadah, ide film dan drakor yang bisa ditonton, sampe tawaran akses akun netflix... ulalaa..

Untuk yang keukeuh bilang “virus ini bohong, ga bakal bikin mati” dan tak mau proteksi diri.. percayalah, ada saat2 di tengah malam saat semua orang tertidur dan nafas terasa berat kita hanya pikirkan satu hal "kalau Allah panggil saya di momen ini, bekal saya apa untuk menghadap Nya?"

Yang pastii, sebagai tenaga kesehatan, jelas tak ada pilihan untuk kami. tetap melanjutkan berdinas, bertemu lagi dengan oasien

 

Mari tetap berjuang, Pandemi ini belum berlalu..



Komentar

  1. Wynn casino near me - Mapyro
    Wynn Hotel Casino 광명 출장마사지 and Spa is located 보령 출장마사지 on 동해 출장안마 the Las Vegas Strip and offers gaming, dining, spa, entertainment and more. Find 목포 출장샵 reviews and information 안양 출장샵 for Wynn

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer