Birthday Cake for Bu Icha
Kali ini mah
ceritanya dapat orderan dari anak-anak sekelasnya kaka Alifa di kelas 5 Sayid
Quthb. Dua minggu lalu kaka mengajukan orderan dari teman-teman sekelasnya. “Buat
ulang tahun bu Guru bunda, kaka sama temen-temen mengumpulkan uang buat beli
cake ultah bu Icha, gimana kalo pesennya ke bunda..” (dengan tampang memelas
yang sama kalo dia lagi butuh uang jajan lebih.. hweeeww..). Hareeuuuhh...
dilema sekaleh sodara-sodara...!. Kalo gini mah maunya aku bikinin aja sendiri
ga perlu anak-anak ngumpulin dana segala rupa, tapi kan mereka butuh
pembelajaran gimana berjuang untuk membahagiakan orang lain.. (sumpeh deh kalo
bu Icha baca ini pasti mesem-mesem..).
Alhasil, aku
berikan penawaran, gimana kalo dana hasil kumpulannya kita belikan bahan dan
dijadikan cake semua. Proses membuatnya dibantu kaka n friend saja (biasanya
mah kalo anak-anak membantu bikin cake itu = membantu untuk memperlama proses
jeeng..). Tapi melihat antusiasme mereka mempersiapkan semuanya jadinya emak Risna
pun ikut semangat 45 mempersiapkan tepung, telur dan sodara-sodaranya untuk
diolah jadi cake.
Membuat cake
dengan “bantuan” anak-anak butuh perjuangan sendiri karena dalam prosesnya akan
ada masa-masa menahan napas saat... Serpihan kulit telur ikut hancur masuk ke
dalam adonan karena tangannya belum terampil memecahkan telur à it’s mean aku harus berjuang mengambil satu persatu serpihan
cantik itu biar ga ikut terkocok.
Atau saat seperempat
adonan berloncatan keluar dari arena gara-gara tangan-tangan mungil berebutan
ikut mengaduk.
Atau saat harus
berteriak memperingatkan tangan-tangan yang ikut berebut mengambil cake dari
oven panas.
Jiaaahh seru ya
jeng. Tetiba si kaka cerita kalo Zahra teman kaka yang ikut bantu membuat cake
juga berulang tahun hari itu,, beuh jadi ga enak bodi dong.. maka adonan pun
ditambah volume nya demi membuatkan cake mungil kejutan untuk Zahra..hehe..
Finishing pun
disertai keriuhan anak-anak, jadi mohon maaf ya bu guru kalau tampilan cake
jadi kurang asik n rapi,, yang penting rasanya lah yaa.. (“ngeles” is the best
solution when u feel so shy..gkgkgk.. #tutupmuka).
Permintaannya adalah
cake warna hijau tapi daleman blackforest karena bu Guru katanya suka warna
hijau. Okehlah.. karena sedang tak punya stok cooking chocolate hijau, maka
warnai saja white cooking chocolate dengan pewarna hijau untuk memberi nuansa
saja..
Sementara cake
untuk Zahra malah baru dibawa hari berikutnya karena tak sempat lagi finishing
di hari itu..hihi.. kejutan ultah yang telat..
By the way, cape
nya jadi tak berasa melihat keceriaan wajah anak-anak saat berjuang demi
membahagiakan orang yang mereka sayangi. Selamat ulang tahun Bu Icha smoga
diberikan usia penuh keberkahan.. Amiin..







Komentar
Posting Komentar