Trancient Ischemic Attack...??
Bismillah, kali ini Emak mau simpan memori tentang tubuh ini 2 tahun yang lalu.
Semoga tidak pernah terjadi lagi, tapi akan selalu dijadikan pengingat, bahan evaluasi buat saya dalam menjaga titipan kesehatan dari Allah selama di dunia. Waktu itu saat bulan Ramadhan, Senin 27 Mei 2019 seminggu sebelum Idul Fitri 2019. Kala itu masih di masa-masa perjuangan menyusun tesis, dengan aktivitas tambahannya saat itu diminta mengajar laboratorium di FIK UI seminggu 2 kali. Jadi masih dalam padatnya aktivitas bolak balik Serang Depok untuk urusan konsul tesis plus ngajar juga (lumayaan, paling nggak pernah tercantum nama eykeu sebagai dosen UI, ciee..).
Tertidur siang setelah dzuhur, jam 14.30 kok terbangun dalam
keadaan mata sebelah kiri tidak mampu melihat jelas, buraaam sekali. Saya coba
kucek-kucek mata dulu, kan dikirain ada kotoran mata doong yang nempel pas
bangun tidur.. Laah kok tetap gak jelas pandangan ini. 30 menit berlalu tak ada
perubahan. Paniklah saya, telpon pak suami yang sedang berdinas, Beliau pun
bingung karena posisi jauh. Berbagai strategi coba kami diskusikan.
Ya sudah laah Saya mencoba menenangkan diri duluu, napas
panjang, minum air teh hangat, mencoba mengukur tekanan darah sendiri yang
ternyata normal-normal saja. saat itu saya cuma curiga ini ada hubungannya dengan
saraf mata atau sirkulasi darah ke otak.. bener-bener udah kemana-mana pikiran gelisah ini..
30 menit kemudian dengan pandangan masih buram saya putuskan
mencoba berjuang dulu mencari dokter mata yang buka praktik di sore itu.
Diantar Om Reza, si adik bungsu dengan motornya. Ke RS khusus mata ternyata di
IGD nya tidak ada dokter yang bisa menangani kegawatan mata. Coba juga ke dokter
praktik di kota Serang, ada yang buka di malam harinya jam 20, ya sudahlah saya
daftar saja buat konsul malam itu.
Sorenya jam 17.00 pandangan sedikit membaik namun masih
buram. Si ayah mengabari kalau dokter mata kepercayaan kami buka praktik jam 19
di Cilegon. Saat itu posisi saya memang sendiri di rumah, anak-anak sedang menginap
di Mbahnya. Okei siip, kesono aja dah,
biar tenang. Cuma perjalanan ke Cilegon kan sekitar 30 menit lewat tol, maka
nekat adalah satu-satunya jalan biar praktis gak nyusahin banyak orang. Mengaku ke si Ayah kalau pandangan suah jauh
membaik, minta izinlah saya buat nyetir sendiri ke cilegon.. pidihiiill ni mata
kiri masiih burem sungguh.. huuuhuu.. Dan benar sajaaa..di tengah tol sedikit
panik karena jelang magrib semua mobil menyalakan lampu. Mata kiri yang sedang
begini gak tahan dengan silaunya lampu mobil.. (kalau yang punya mata minus
gede, pasti tau rasanya tanpa kacamata melihat sinar lampu mobil dimalam hari).
Duuh berasa ditengah peperangan, deg-degan nyetir perlahan ditengah
kebut-kebutan mobil tol Tangerang-Merak karena pandangan yang terbatas.
Akhirnya pandangan memang kembali normal setelah sekitar 3 jam. Hasil pemeriksaan di area mata tidak ditemukan masalah.. Alhamdulillaah, jadi kecurigaan pindah ke saraf atau otak. Dr. Mata menyarankan buat konsul ke dr.saraf. Besoknya setelah usaha juga cek lab kolesterol dll dengan hasil alhamdulillah normal, kami konsul ke dokter saraf. Disarankan untuk MRI, tapii ternyata tak boleh dilakukan MRI dengan alat IUD terpasang di tubuh. Dengan Diagnosa TIA (Transient Ischemic Attack) pemeriksaan dicoba dengan CT Scan. Hasilnya Alhamdulillah tidak ditemukan masalah.
Tapii melihat diagnosis inii .. bergidik ngeri
mbayanginnya..
Transient ischemic attack (TIA) biasa dikenal dengan stroke
ringan atau mini stroke merupakan keadaan ketika saraf kekurangan oksigen. Hal
ini diakibatkan oleh aliran darah yang terganggu. Serangan ini umumnya
berlangsung lebih singkat dari stroke, yaitu selama beberapa menit hingga
beberapa jam, dan pengidap akan pulih dalam waktu satu hari. 70 persen kasus
gejala ini akan hilang dalam 10 menit dan 90 persen akan hilang kurang dari 4
jam.
Umumnya, stroke mini ini disebabkan karena gumpalan berukuran kecil yang tersangkut dalam pembuluh darah otak. Gumpalan tersebut bisa saja berupa gelembung udara atau lemak. Nah, penyumbatan ini nantinya akan menghambat aliran darah dan memicu kurangnya oksigen pada bagian tertentu di otak. Kondisi inilah yang menyebabkan terganggunya fungsi otak. Lalu, apa bedanya TIA dengan stroke? Gumpalan penyebab transient ischemic attack akan hancur dengan sendirinya. Dengan kata lain, otak akan kembali berfungsi normal, sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen.
Penanda buat saya, mungkin Allah berikan teguran kecil supaya ingat
untuk tidak mendzalimi tubuh karunia-Nya. Bismillah, selanjutnya mencoba
ikhtiar dengan pola hidup sehat saja, semoga tetap sehat, dan jikapun diberikan
sakit tidak sampai merepotkan orang-orang tercinta di sekitar saya.


Komentar
Posting Komentar